Contoh ( RPP ) IPS

25 Okt

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah                         :   SDN 21 SURABAYO

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kelas I Semester          :   IV / I

Alokasi Waktu             :   9 jam pelajaran / 35 menit

                                          Pertemuan Minggu ke- 1 sampai 3 (3 minggu)

 

  1. I.     Standar Kompetensi

1.   Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kebupaten/kota dan provinsi

  1. II.     Kompetensi Dasar

1.1  Membaca peta lingkungan setempat ( Kab. AGAM dan Provinsi Sumatera Barat ) dengan menggunakan skala sederhana

  1. III.     Indikator
  2. IV.     Tujuan Pembelajaran**
  • Membaca lambang/simbol dalam peta Kab. AGAM dan Provinsi Sumatera Barat di lingkungan tempat tinggalnya dengan menggunakan skala sederhana
  • Menunjukkan tempat-tempat penting di Kabupaten AGAM pada peta seperti tempat bersejarah, pelabuhan laut/udara, dan lain-lain
  • Menunjukkan Kabupaten AGAM
  • Menunjukkan ibukota dan namanya di Provinsi Sumatera Barat
  • Menggambar peta Provinsi Sumatera Barat dengan rnenggunakan skala sederhana

¨      Siswa dapat Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota provinsi) dengan menggunakan skala sederhana  dengan Ketelitian ( carefulness)

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian (respect ), Tekun ( diligence ) , Jujur ( fairnes )  dan  Ketelitian ( carefulness)

  1. V.     Materi Pokok
  • Membaca peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala sederhana

A.  Pengertian Peta

Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu. Di kelas tiga kamu sudah belajar tentang denah. Peta tak ubahnya seperti denah. Perbedaannya adalah peta menggambarkan tempat yang lebih luas. Selain itu peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu. Perbandingan inilah yang disebut dengan skala. Skala mempunyai arti perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Peta dibuat dengan skala tertentu supaya dapat menggambarkan keadaan di permukaan bumi dengan ukuran yang tepat. Pada peta untuk menggambarkan obyek alam atau buatan yang ada di permukaan bumi digunakan simbol, misalnya:

 

 

 

B. Jenis Peta

Peta ternyata sangat beragam. Berdasarkan kegunaannya peta dibedakan menjadi dua, yakni:

 

1. Peta Umum

Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum merupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah. Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam dan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta Indonesia yang sering dipajang di dinding kantor atau sekolah-sekolah merupakan contoh peta umum. Peta Indonesia pada contoh di atas juga termasuk peta umum. Peta umum biasa digunakan untuk belajar di sekolah, untuk kepentingan kantor dan wisata.

 

2. Peta Khusus

Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-data tertentu di suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik. Contoh peta khusus adalah:
a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
b. Peta Hasil Tambang di Indonesia
c. Peta Cuaca di Indonesia.

C. Komponen Peta

Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami. Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen
peta antara lain sebagai berikut:

 

  1. 1.    Judul Peta

Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta
merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan isi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.

 

  1. 2.    Legenda

Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau simbol-simbol beserta artiny. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah peta

 

  1. 3.    Skala

Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 200.000.
Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2 km jarak sebenarnya.

 

  1. 4.    Simbol

Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkan obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.

 

 

 

 

 

 

  1. 5.    Skala Peta

Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin. Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi kekeliruan arah.

 

  1. 6.    Garis Astronomis

Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi. Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang
merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.

 

  1. 7.    Garis Tepi

Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta untuk menunjukkan batas peta tersebut.

 

  1. 8.    Tahun pembuatan peta

Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk digunakan saat ini.

 

  1. 9.    Inset peta

Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena letaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Inset peta disebut juga peta sisipan.

 

  1. 10.    Tata Warna

Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan obyek satu dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan.

D. Menggambar Peta

Bagaimana cara menggambar peta? Menggambar peta dapat menggunakan cara menjiplak atau menggunakan teknik kotak. Dengan teknik menjiplak hanya dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan kertas putih. Sedangkan dengan teknik kotak dapat dilakukan sesuai
langkah-langkah berikut :

  1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
  2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
  3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli dengan menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
  4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis yang membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
  5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Lebih baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
  6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah nomor dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
  7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta!
  8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna seperti yang ada pada peta di atlasmu!
  9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibuat dengan pensil beserta huruf dan nomornya!

 

E. Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Pada penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta ada 2 macam yaitu:

  1. 1.    Skala Angka

Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan angka.

Misalnya :

 

Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

  1. 2.    Skala Garis

Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi. Misalnya :

 

Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis menunjukkan jarak pada peta. Satuannya adalah sentimeter. Sedangkan
angka yang berada di atas garis menunjukkan jarak sebenarnya. Satuannya adalah kilometer. Sehingga sesuai dengan skala garis di atas dapat dibaca bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada keadaan sebenarnya di bumi.
Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala yang kecil. Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah sempit seperti kota dan pasar, digunakan skala yang besar. Misalnya 1 : 5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 50 m pada jarak sebenarnya. Berdasarkan skala yang tertulis pada peta, kita dapat menghitung jarak suatu tempat. Bagaimana caranya? Perhatikan contoh berikut ! Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.

F. Memperbesar dan Memperkecil Peta

Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Sedangkan memperkecil peta adalah membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf. Kita juga dapat memperbesar dan memperkecil peta dengan cara sederhana, yaitu dengan menggambar langsung dari gambar asli dengan bantuan garis kotak-kotak. Caranya hampir sama dengan teknik kotak. Hanya saja dalam membuat petak pada kertas dibuat lebih besar atau lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Jika ingin diperbesar dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua kali juga. Jika ingin
diperkecil dua kali, maka kotak juga diperkecil ukurannya dua kali.

 

  1. VI.     Metode Pembelajaran
  • Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Demonstrasi
  • Pemberian Tugas
  1. VII.     Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1 – 3)

Pertemuan 1

  • Kegiatan awal

–      Berdo’a

–      Membuat suasana kelas aman

–      Apersepsi :

  • Tanya jawab seputar peta dan simbolnya
  • Siswa diajak menyanyi lagu ”Ranah Minang”
  • Kegiatan inti
    • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat Membaca peta lingkungan Kabupaten Agam dengan menggunakan skala sederhana secara Disiplin ( Discipline ) dan perhatian (respect) .
  • Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya, secara hormat dan perhatian (respect ),.
  • Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  • Siswa ditugasi membaca lambang/simbol pada peta
  • Menunjukkan tempat-tempat penting dalam peta
  • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  • Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

  • Menugasi anak maju membaca peta dan menunjukkan tempat-tempat penting di daerah kabupaten/kota, dan provinsi tempat tinggalnya

Pertemuan 2

  • Kegiatan awal

–      Berdo’a

–      Membuat suasana kelas aman

–      Apersepsi :

  • Ø Tanya jawab tentang jumlah daerah kabupaten di Provinsi Sumater Barat
  • Ø Guru memanfaatkan peta untuk menunjukkan daerahnya
  • Kegiatan inti
    • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat Menunjukkan daerah tempat  tinggalnya
  • Menunjukkan tempat ibukota daerah kabupaten/kota dan provinsinya beserta nama daerah ibukota tersebut.
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  • Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

  • Secara acak guru menugasi murid untuk menunjukkan daerah tempat tinggalnya.

 

Pertemuan 3

  • Kegiatan awal

–      Berdo’a

–      Membuat suasana kelas aman

–      Apersepsi :

  • Ø Guru menunjukkan daerah tempat tinggal anak-anak dan menyuruh murid mengamati peta yang ada di papan tulis
  • Kegiatan inti
    • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat Guru menjelaskan langkah-langkah menggambar peta
  • Murid menggambar peta dengan menggunakan skala sederhana
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

CATATAN :

@   Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) 100.

@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

 


Mengetahui

Lubuk Basung, ……………………2011


Kepala SDN 21 Surabayo

 

 

 

 

ADRIANI S.Pd


 

Guru Kelas IV

 

 

 

 

ASMELIA

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: