Contoh ( RPP ) IPS

25 Okt

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah                         :   SDN 21 SURABAYO

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kelas I Semester          :   IV / I

Alokasi Waktu             :   9 jam pelajaran / 35 menit

                                          Pertemuan Minggu ke- 1 sampai 3 (3 minggu)

 

  1. I.     Standar Kompetensi

1.   Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kebupaten/kota dan provinsi

  1. II.     Kompetensi Dasar

1.1  Membaca peta lingkungan setempat ( Kab. AGAM dan Provinsi Sumatera Barat ) dengan menggunakan skala sederhana

  1. III.     Indikator
  2. IV.     Tujuan Pembelajaran**
  • Membaca lambang/simbol dalam peta Kab. AGAM dan Provinsi Sumatera Barat di lingkungan tempat tinggalnya dengan menggunakan skala sederhana
  • Menunjukkan tempat-tempat penting di Kabupaten AGAM pada peta seperti tempat bersejarah, pelabuhan laut/udara, dan lain-lain
  • Menunjukkan Kabupaten AGAM
  • Menunjukkan ibukota dan namanya di Provinsi Sumatera Barat
  • Menggambar peta Provinsi Sumatera Barat dengan rnenggunakan skala sederhana

¨      Siswa dapat Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/kota provinsi) dengan menggunakan skala sederhana  dengan Ketelitian ( carefulness)

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian (respect ), Tekun ( diligence ) , Jujur ( fairnes )  dan  Ketelitian ( carefulness)

  1. V.     Materi Pokok
  • Membaca peta lingkungan setempat dengan menggunakan skala sederhana

A.  Pengertian Peta

Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi dengan perbandingan tertentu. Di kelas tiga kamu sudah belajar tentang denah. Peta tak ubahnya seperti denah. Perbedaannya adalah peta menggambarkan tempat yang lebih luas. Selain itu peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu. Perbandingan inilah yang disebut dengan skala. Skala mempunyai arti perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Peta dibuat dengan skala tertentu supaya dapat menggambarkan keadaan di permukaan bumi dengan ukuran yang tepat. Pada peta untuk menggambarkan obyek alam atau buatan yang ada di permukaan bumi digunakan simbol, misalnya:

 

 

 

B. Jenis Peta

Peta ternyata sangat beragam. Berdasarkan kegunaannya peta dibedakan menjadi dua, yakni:

 

1. Peta Umum

Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum merupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah. Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam dan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta Indonesia yang sering dipajang di dinding kantor atau sekolah-sekolah merupakan contoh peta umum. Peta Indonesia pada contoh di atas juga termasuk peta umum. Peta umum biasa digunakan untuk belajar di sekolah, untuk kepentingan kantor dan wisata.

 

2. Peta Khusus

Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-data tertentu di suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik. Contoh peta khusus adalah:
a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
b. Peta Hasil Tambang di Indonesia
c. Peta Cuaca di Indonesia.

C. Komponen Peta

Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami. Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen
peta antara lain sebagai berikut:

 

  1. 1.    Judul Peta

Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta
merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan isi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.

 

  1. 2.    Legenda

Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau simbol-simbol beserta artiny. Legenda biasanya terletak di bagian pojok kiri bawah peta

 

  1. 3.    Skala

Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 200.000.
Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2 km jarak sebenarnya.

 

  1. 4.    Simbol

Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menunjukkan obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.

 

 

 

 

 

 

  1. 5.    Skala Peta

Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin. Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke arah utara. Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi kekeliruan arah.

 

  1. 6.    Garis Astronomis

Garis astronomis merupakan garis khayal di atas permukaan bumi. Garis astronomis terdiri dari dari garis lintang dan garis bujur. Garis lintang
merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan garis dari utara ke selatan.

 

  1. 7.    Garis Tepi

Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta untuk menunjukkan batas peta tersebut.

 

  1. 8.    Tahun pembuatan peta

Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau tidak untuk digunakan saat ini.

 

  1. 9.    Inset peta

Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena letaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Inset peta disebut juga peta sisipan.

 

  1. 10.    Tata Warna

Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan obyek satu dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk menunjukkan wilayah perairan.

D. Menggambar Peta

Bagaimana cara menggambar peta? Menggambar peta dapat menggunakan cara menjiplak atau menggunakan teknik kotak. Dengan teknik menjiplak hanya dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan kertas putih. Sedangkan dengan teknik kotak dapat dilakukan sesuai
langkah-langkah berikut :

  1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
  2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
  3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli dengan menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
  4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis yang membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
  5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Lebih baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
  6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah nomor dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
  7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta!
  8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna seperti yang ada pada peta di atlasmu!
  9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibuat dengan pensil beserta huruf dan nomornya!

 

E. Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta

Pada penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa peta harus dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta ada 2 macam yaitu:

  1. 1.    Skala Angka

Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan angka.

Misalnya :

 

Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada keadaan sebenarnya di bumi.

  1. 2.    Skala Garis

Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di bumi. Misalnya :

 

Pada gambar skala garis di atas, angka yang berada di bawah garis menunjukkan jarak pada peta. Satuannya adalah sentimeter. Sedangkan
angka yang berada di atas garis menunjukkan jarak sebenarnya. Satuannya adalah kilometer. Sehingga sesuai dengan skala garis di atas dapat dibaca bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada keadaan sebenarnya di bumi.
Pada peta daerah yang luas seperti peta dunia, digunakan skala yang kecil. Misalnya 1 : 50.000.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 500 km pada jarak sebenarnya. Sedangkan pada peta daerah sempit seperti kota dan pasar, digunakan skala yang besar. Misalnya 1 : 5.000, ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 50 m pada jarak sebenarnya. Berdasarkan skala yang tertulis pada peta, kita dapat menghitung jarak suatu tempat. Bagaimana caranya? Perhatikan contoh berikut ! Pada sebuah peta tertulis skala 1 : 400.000. Ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 400.000 cm pada jarak sebenarnya. Pada peta tersebut diketahui jarak antara kota A dan B adalah 3 cm. Maka jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 3 cm x 400.000 cm = 1.200.000 cm. Berarti jarak sebenarnya antara kota A dan B adalah 1.200.000 cm atau 12 km.

F. Memperbesar dan Memperkecil Peta

Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Sedangkan memperkecil peta adalah membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu. Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin fotocopy dan pantograf. Kita juga dapat memperbesar dan memperkecil peta dengan cara sederhana, yaitu dengan menggambar langsung dari gambar asli dengan bantuan garis kotak-kotak. Caranya hampir sama dengan teknik kotak. Hanya saja dalam membuat petak pada kertas dibuat lebih besar atau lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Jika ingin diperbesar dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua kali juga. Jika ingin
diperkecil dua kali, maka kotak juga diperkecil ukurannya dua kali.

 

  1. VI.     Metode Pembelajaran
  • Ceramah
  • Tanya Jawab
  • Demonstrasi
  • Pemberian Tugas
  1. VII.     Kegiatan Pembelajaran (Pertemuan 1 – 3)

Pertemuan 1

  • Kegiatan awal

–      Berdo’a

–      Membuat suasana kelas aman

–      Apersepsi :

  • Tanya jawab seputar peta dan simbolnya
  • Siswa diajak menyanyi lagu ”Ranah Minang”
  • Kegiatan inti
    • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat Membaca peta lingkungan Kabupaten Agam dengan menggunakan skala sederhana secara Disiplin ( Discipline ) dan perhatian (respect) .
  • Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya, secara hormat dan perhatian (respect ),.
  • Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  • Siswa ditugasi membaca lambang/simbol pada peta
  • Menunjukkan tempat-tempat penting dalam peta
  • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  • Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

  • Menugasi anak maju membaca peta dan menunjukkan tempat-tempat penting di daerah kabupaten/kota, dan provinsi tempat tinggalnya

Pertemuan 2

  • Kegiatan awal

–      Berdo’a

–      Membuat suasana kelas aman

–      Apersepsi :

  • Ø Tanya jawab tentang jumlah daerah kabupaten di Provinsi Sumater Barat
  • Ø Guru memanfaatkan peta untuk menunjukkan daerahnya
  • Kegiatan inti
    • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat Menunjukkan daerah tempat  tinggalnya
  • Menunjukkan tempat ibukota daerah kabupaten/kota dan provinsinya beserta nama daerah ibukota tersebut.
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  • membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  • memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  • memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  • memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  • memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  • memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  • memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
  • Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
  • Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

  • Secara acak guru menugasi murid untuk menunjukkan daerah tempat tinggalnya.

 

Pertemuan 3

  • Kegiatan awal

–      Berdo’a

–      Membuat suasana kelas aman

–      Apersepsi :

  • Ø Guru menunjukkan daerah tempat tinggal anak-anak dan menyuruh murid mengamati peta yang ada di papan tulis
  • Kegiatan inti
    • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat Guru menjelaskan langkah-langkah menggambar peta
  • Murid menggambar peta dengan menggunakan skala sederhana
  • memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  • melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
  • memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

CATATAN :

@   Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) 100.

@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

 


Mengetahui

Lubuk Basung, ……………………2011


Kepala SDN 21 Surabayo

 

 

 

 

ADRIANI S.Pd


 

Guru Kelas IV

 

 

 

 

ASMELIA

       

Contoh ( RPP ) IPA

25 Okt

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah                         :   SDN 21 Surabayo

Mata Pelajaran            :   Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )

Kelas/Semester             :   IV/1

waktu                           :   4 x 35 menit  (3 X pertemuan)

 

  1. Standar Kompetensi

1. Memahami hubungan antara struktur organ tubuh manusia dengan fungsinya, serta pemeliharaannya

 

  1. Kompetensi Dasar

1.1 Mendeskripsikan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya

 

  1. Indikator
  • Menjelaskan rangka manusia dan fungsinya.

 

  1. Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat Mendeskripsikan rangka manusia seperti:

ü  rangka kepala

ü  rangka badan

ü  rangka anggota gerak

ü  sendi

secara Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness)

  • Siswa dapat Mendeskripsikan fungsi rangka manusia :
    • oSiswa dapat memahami hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya
    • Menjelaskan hubungan antara struktur kerangka tubuh manusia dengan fungsinya.

 

Karakter siswa yang diharapkan :       Disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness)

  1. Metode
  • Ceramah
  • Praktek
  • Rangka dan Panca Indera Manusia
  1. Materi Pokok

Materi Essensial

  • Mengenal Rangka Manusia
  • Bagian rangka
  • Fungsi rangka

 

Kerangka manusia

Kerangka manusia terdiri dari kedua menyatu dan individu tulang didukung dan dilengkapi oleh ligamen , tendon , otot dan tulang rawan . It serves as a scaffold which supports organs, anchors muscles, and protects organs such as the brain , lungs and heart . Ini berfungsi sebagai perancah yang mendukung organ-organ, jangkar otot, dan melindungi organ seperti otak , paru-paru dan jantung . The biggest bone in the body is the femur in the thigh, and the smallest is the stapes bone in the middle ear . Tulang terbesar dalam tubuh adalah tulang paha di paha, dan yang terkecil adalah stapes tulang di telinga tengah . In an adult, the skeleton comprises around 30-40% of the total body weight, [ 1 ] and half of this weight is water. Dalam orang dewasa, tulang terdiri dari sekitar 30-40% dari berat total tubuh, [1] dan setengah dari berat ini adalah air.

 

Fused bones include those of the pelvis and the cranium . tulang Fused termasuk orang-orang dari panggul dan tengkorak . Not all bones are interconnected directly: there are three bones in each middle ear called the ossicles that articulate only with each other. Tidak semua tulang saling berhubungan langsung: ada tiga tulang di setiap telinga tengah disebut ossicles yang mengartikulasikan hanya dengan satu sama lain. The hyoid bone , which is located in the neck and serves as the point of attachment for the tongue , does not articulate with any other bones in the body, being supported by muscles and ligaments. The tulang hyoid , yang terletak di leher dan berfungsi sebagai titik lampiran untuk lidah , tidak mengartikulasikan dengan tulang lainnya di dalam tubuh, yang didukung oleh otot dan ligamen.

 

 

 

 

 

  1. Kegiatan Pembelajaran
pertemuan 1
  1. Pendahuluan

Apersepsi  dan Motivasi :

  • Menyampaikan Indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)
  1. Kegiatan Inti

& Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F Memahami peta konsep tentang rangka manusia

F Membacakan bagian-bagian rangka, serta membandingkan tulang bayi dan manusia dewasa

& Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Mendeskripsikan rangka manusia:

–   rangka kepala

–   rangka badan

–   rangka anggota gerak

–   sendi

F Siswa menyebutkan rangka kepala

–   T.Ubun

–   T.Pelipis

–   T. Mata

–   T. Dahi

–   T.Hidung

–   T.Pipi

–   Rahang atas

–   Rahang bawah

 

F Siswa menyebutkan rangka badan

–   T.Tengkorak

–   Ruas-ruas Tulang leher

–   T.Selangka

–   T.Belikat

–   T.Dada

–   T.Rusuk

 

–   T.Lengan Atas

–   Ruas-ruas Tulang Punggung

–   TT.Panggul

–   T.Hasta

–   T.Pengumpil

–   T.Pergelangan Tangan

–   T.Telapak tangan

–   Ruas-ruas Jari Tangan

–   T.Paha

 

–   T.Tempurung lutut

–   T.Betis

–   T.Kering

–   T.Pergelangan kaki

–   T.Telapak kaki

–   Ruas-ruas jari

–   T.Kemaluan

& Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

  1.  Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F Mengulang kembali rangka tubuh manusia dengan fungsinya

 

( 50 menit)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(5 menit)
  1. Pekerjaan Rumah
  • Mengambar rangka badan manusia
 
pertemuan 2
  1. Pendahuluan

Apersepsi  dan Motivasi :

  • Mengumpulkan pekerjaan rumah
  • Mengulang materi pertemuan sebelumnya
 

(5 menit)

  1. Kegiatan Inti

& Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F Menagih tugas pertemuan sebelumnya

F Mendeskripsikan Rangka anggota gerak

F Mendeskripsikan Sendi :

–   Sendi Engsel

–   Sendi Pelana

–   Sendi Peluru

–   Sendi Putar

–   Sendi Geser

 

& Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Menunjukkan letak sendi yang terdapat pada bagian tubuh manusia secara Tekun ( diligence ) , Tanggung jawab ( responsibility ) Dan Ketelitian ( carefulness).

F Mendeskripsikan fungsi rangka, berdasarkan contoh gerak sehari-hari, atau mengamati temannya. Apa yang terjadi bila manusia tidak memiliki rangka.

F Melakukan kegiatan

F Membuat kesimpulan dari kegiatan.

& Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

  1.  Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F Memberikan kesempatan kepada satu orang siswa untuk menyebutkan anggota tubuh yang terdapat sendi

 

(50 menit)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(5 menit)

  1. Pekerjaan Rumah

F Mengambar rangka badan manusia

 
pertemuan 3
  1. Pendahuluan

Apersepsi  dan Motivasi :

  • Mengulang materi pertemuan sebelumnya, dan membacakan indikator
 

(5 menit)

  1. Kegiatan Inti

& Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F Mendeskripsikan penyakit yang menyerang tulang

F Mengetahui bersikap tubuh yang benar.

& Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Melakukan kegiatan

F Mengetahui beberapa gangguan pada tulang belakang seperti:

–   Lordosis

–   Kifosis

–   Skoliosis

F Mengetahui cara menjaga kesehatan tulang yaitu dengan memakan makanan yang mengandung viitamin D, kalsium dan fosfor serta berolah raga secara teratur..

& Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

  1.  Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru:

F Memberikan kesempatan kepada satu orang siswa secara bergilir untuk mengungkapkan kembali tentang memelihara kesehatan rangka.

 

(50 menit)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(5 menit)

  1. Pekerjaan Rumah

F Membuat daftar makanan yang mengandung vitamin D, kalsium dan fosfor

 
  1. Media Belajar
  • Buku  SAINS SD Relevan Kelas IV

 

  1. Penilaian

Indikator Pencapaian

Kompetensi

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

Instrumen/ Soal

  • Menjelaskan rangka manusia dan fungsinya.
Tugas Individu

dan Kelompok

 

Laporan dan Unjuk kerja

 

 

  • Jelaskanlah rangka manusia dan fungsinya.

FORMAT KRITERIA PENILAIAN      

  • Produk ( hasil diskusi )

No.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

Konsep * semua benar

* sebagian besar benar

* sebagian kecil benar

* semua salah

4

3

2

1

  • Performansi

No.

Aspek

Kriteria

Skor

1.

2.

3.

Pengetahuan

 

 

 

Praktek

 

 

 

Sikap

* Pengetahuan

* kadang-kadang Pengetahuan

* tidak Pengetahuan

 

* aktif  Praktek

* kadang-kadang aktif

* tidak aktif

 

* Sikap

* kadang-kadang Sikap

* tidak Sikap

4

2

1

4

2

1

4

2

1

 

LEMBAR PENILAIAN

No

Nama Siswa

Performan

Produk

Jumlah

Skor

Nilai

Pengetahuan

Praktek

Sikap

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

             

CATATAN :

@   Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) 100.

@ Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

 

 

 

 

Kepala SDN 21 Surabayo

 

 

 

 

ADRIANI S.Pd


 

Guru Kelas IV

 

 

 

 

ASMELIA

       

Contoh ( RPP ) kelas Rangkap

25 Okt

RENCANA PEMBELAJARAN

KELAS RANGKAP

 

Satuan Pendikan         :  SDN 21 Surabayo
Mata Pelajaran            :  B.Indonesia
IPA
Kelas  / Semester       :  III dan IV / II
Waktu                             :  1 x 35 menit

  1.  STANDAR KOMPETENSI
    1. Bahasa Indonesia Kelas III

–       Mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara lisan dengan bertelepon dan bercerta.

  1. IPA Kelas IV

–       Memahami perubahan lingkungan fisik dan pengaruh daratan.

  1.  KOMPETENSI DASAR
    1. Bahasa Indonesia kelas III

–       Menceritakan peristiwa alam yang pernah di alami dilihat atau didengar.

  1. IPA Kelas IV

–       Menjelaskan pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan ( Erosi, Abrasi, Banjir, dan Lonsor )

III .  INDIKATOR

–       Menceritakan kembali peristiwa yang di lihat anak atau yang di alami.

–       Menjelaskan secara terperinci satu persatu tentang suatu tempat peristiwa.

–       Menjelaskan perubahan daratan dan penyebabnya.

–       Menjelaskan pengaruh perubahan fisik terhadap daratan.

IV .  MATERI POKOK

–       Pengalaman tentang  peristiwa alam.

–       Perubahan lingkungan fisik.

V . MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Alat peraga berupa peristiwa alam

–       Peristiwa Banjir.

–       Tanah Longor.

–       Kebakaran Hutan.

  1. Sumber
    1. Kurikulum KTSP Kelas III Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
    2. Kurikulum KTSP Kelas III Mata Pelajaran IPA.
    3. Buku IPA.
    4. Koran tentang peristiwa peristiwa atau bencana alam.

VI . METODE PEMBELAJARAN

–       Tanga jawab.

–       Ceramah.

–       Pemberian Tugas.

VII .  KEGIATAN PEMBELAJARAN

  1. Kegiatan Pendahuluan
    1. Persepsi

–    Menanyakan kepada siswa tentang kapan terjadinya gempa yang dahsyat di daerah kita.

–   Apa akibatnya (Menuruut satrigi guru masing – masing).

  1. Absesi (Secara global).
  2. Berdo’a.
  3. Penyajian Pembelajaran (Kegaitan Inti)
    1. Salah seorang siswa disuruh bercerita singkat tentang peristiwa alam yang telah di alami atau di lihat.
    2. Guru mengajarkan tentang peristiwa apa saja yang telah didengar, di lihat, dan di alami.
    3. Siswa menyebutkan satu persatu peristiwa alam.
    4. Guru menjelaskan perubahan lingkungan fisik terhadap daratan yaitu hujan, gelombang laut, angin, dan badai.
    5. Menyebutkan apa pengaruh terjadinya perubahan lingkungan fisik terhadap daratan sperti banjir akibat hujan, stunami akibat gelombang laut, angin topan.
    6. Penutup (Kegiatan Akhir)
      1. Siswa disuruh membuat karangan tentang salah satu peristiwa alam yang sudah didengar, dilihat, dan di alami.

b. Siswa menyimpulkan pelajaran dan membuat latihan.

VIII.  EVALUASI

  1. Bentuk Penilaian :

–       Penilaian yang dilakukan sebelum proses belajar mengajar (Apersepsi)

–       Penilaian yang dilakukan diwaktu proses belajar mengajar (Pengamatan)

–       Penilaian yang dilakukan setelah proses balajar mengajar ( Evaluasi)

  1. Jenis Tes :

–       Tes lisan.

–       es tertulis.

  1. Bentuk Soal Untuk Kelas IV :

–       Petunjuk soal jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat :

  1. Sebutkan 2 jenis perubahan lingkungan ?
  2. Apakah yang bila sering terjadi hujan ?
  3. Apakah yang terjadi bila sering terjadi pengikisan tanah ?
  4. Sebutkan apa yang dimaksud dengan erosi ?
  5. Sebutkan 4 cara menanggulangi erosi ?
  6. Kunci Jawaban :

1.1.  Perubahan lingkungan yang bersifat alamiyah.

1.2.  Perubahan lingkungan yang terjadi akibat campur tangan manusia

  1. Banjir
  2. Erosi
  3. Pengikisan tanah yang bisa mengakibatkan banjir

5.1.  Penanaman kembali pohon – pohon yng telah gundul ( Reboisasi

5.2.  Pembauatan terasering atau sengkedan

5.3.  Tidak melakukan pembakaran pohon atau hutsn

5.4.  Mengadakan hutan lindung

                                                                                          

    Mengetahui                                                         Lubuk Basug, 15 April 2010

Kepala Sekolah                                                     Maha Siswa / Guru Kelas

 

   

 

 

          ZUNIDAR.S.pd                                                    ASMELIA